Pengertian dan Perkembangan Teknologi Televisi
Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal
yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu
yang monokrom (hitam-putih)
maupun berwarna. Kata
"televisi" merupakan gabungan dari kata tele (τῆλε,
"jauh") dari bahasa
Yunani dan visio ("penglihatan")
dari bahasa
Latin, sehingga televisi dapat diartikan sebagai “alat komunikasi
jarak jauh yang menggunakan media visual/penglihatan.”
Penggunaan kata
"Televisi" sendiri juga dapat merujuk kepada "kotak televisi",
"acara
televisi", ataupun "transmisi televisi". Penemuan televisi
disejajarkan dengan penemuan roda,
karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia 'televisi'
secara tidak formal sering disebut dengan TV (dibaca: tivi, teveataupun tipi.)
Kotak televisi pertama
kali dijual secara komersial sejak tahun 1920-an, dan sejak
saat itu televisi telah menjadi barang biasa di rumah, kantor bisnis, maupun
institusi, khususnya sebagai sumber kebutuhan akan hiburan dan berita serta menjadi media periklanan.
Sejak 1970-an,
kemunculan kaset
video, cakram
laser,DVD dan
kini cakram
Blu-ray, juga menjadikan kotak televisi sebagai alat untuk untuk
melihat materi siaran serta hasil rekaman. Dalam tahun-tahun terakhir, siaran
televisi telah dapat diakses melalui Internet, misalnya melalui iPlayer dan
Hulu.
Penyiaran TV biasanya
disebarkan melalui gelombang radio VHF
dan UHF dalam jalur
frekuensi yang ditetapkan antara 54-890 megahertz. Kini gelombang TV juga sudah
memancarkan jenis suara stereo ataupun
bunyi keliling di banyak negara. Hingga tahun 2000, siaran TV dipancarkan dalam bentuk
gelombang analog,
tetapi belakangan ini perusahaan siaran publik maupun swasta kini beralih ke
teknologi penyiaran digital.
Sebuah kotak televisi
terdiri dari bermacam-macam sirkuit
elektronik didalamnya, termasuk di antaranya sirkuit penerima
dan penangkap gelombang penyiaran. Perangkat tampilan visual yang tidak
memiliki perangkat penerima sinyal biasanya disebut sebagai monitor, bukannya
televisi. Sebuah sistem televisi dapat dipakai dalam berbagai penggunaan
teknologi seperti analog (PAL, NTSC, SECAM), digital (DVB, ATSC, ISDB dsb.) ataupun definisi tinggi (HDTV). Sistem televisi kini
juga digunakan untuk pengamatan suatu peristiwa, pengontrolan proses industri,
dan pengarahan senjata, terutama untuk tempat-tempat yang biasanya terlalu
berbahaya untuk diobservasi secara langsung.
Televisi telah memainkan
peran penting dalam sosialisasi abad ke-20 dan
ke-21. Pada tahun 2010, iPlayer digunakan
dalam aspek media
sosial dalam bentuk layanan televisi internet,
termasuk di antaranya adalah Facebook dan Twitter.
Sejarah
Sejarah awal
Pada masa awal
perkembangannya, televisi menggunakan gabungan teknologi optik, mekanik, dan elektronik untuk
merekam, menampilkan, dan menyiarkan gambar visual. Bagaimanapun, pada
akhir 1920-an, sistem
pertelevisian yang hanya menggunakan teknologi optik dan elektronik saja telah
dikembangkan, dimana semua sistem televisi modern menerapkan teknologi ini.
Walaupun sistem mekanik akhirnya tidak lagi digunakan, pengetahuan yang didapat
dari pengembangan sistem elektromekanis sangatlah penting dalam pengembangan
sistem televisi elektronik penuh.
Gambar pertama yang
berhasil dikirimkan secara elektrik adalah melalui mesin faksimile mekanik
sederhana, (seperti pantelegraf)
yang dikembangkan pada akhir abad ke-19. Konsep pengiriman gambar bergerak yang
menggunakan daya elektrik pertama kali diuraikan pada 1878 sebagai
"teleponoskop" (konsep gabungan telepon dan gambar bergerak), tidak
lama setelah penemuan telepon.
Pada saat itu, para penulis fiksi ilmiah telah
membayangkan bahwa suatu hari nanti cahaya juga akan dapat dikirimkan melalui
medium kabel, seperti halnya suara.
Ide untuk menggunakan
sistem pemindaian gambar untuk mengirim gambar pertama kali dipraktikkan pada
1881 menggunakan pantelegraf, yaitu menggunakan mekanisme pemindaian pendulum.
Semenjak itu, berbagai teknik pemindaian gambar telah digunakan di hampir
setiap teknologi pengiriman gambar, termasuk televisi. Inilah konsep yang
bernama "perasteran",
yaitu proses mengubah gambar visual menjadi arus gelombang elektrik.
1880-an: Cakram Nipkow
Pada tahun 1884, Paul
Gottlieb Nipkow, seorang mahasiswa 23 tahun di Jerman, mematenkan
sistem televisi elektromekanik yang menggunakan cakram Nipkow,
sebuah cakram berputar dengan serangkaian lubang yang disusun secara spiral ke
pusat cakaram yang digunakan dalam proses perasteran. Setiap lubang cakram
diposisikan dengan selisih sudut yang
sama agar dalam setiap putarannya cakram tersebut dapat meneruskan cahaya
melalui setiap lubang hingga mengenai lapisan selenium peka
cahaya yang menghasilkan denyut elektrik. Seiring dengan peletakan posisi
gambar yang difokuskan dipusat cakram, setiap lubang akan memindai setiap
"iris" horizontal dari keseluruhan gambar. Alat buatan Nipkow ini
tidak benar-benar dapat dipraktekkan hingga adanya kemajuan dalam
teknologi tabung penguat. Namun, alat
tersebut hanya dapat memancarkan gambar "halftone" —
dikarenakan lubang dengan posisi tertentu dengan ukuran berbeda-beda — melalui
kabel telegraf atau telepon.
Rancangan selanjutnya
adalah menggunakan pemindai mirror-drum berputar sebagai
perekam gambar dan tabung
sinar katode (CRT) sebagai perangkat tampilan. Pada 1907,
seorang ilmuwan Rusia, Boris
Rosing, menjadi penemu pertama yang menggunakan CRT dalam perangkat
penerima dari sistem televisi eksperimental. Dia menggunakan pemindai
"mirror-drum" untuk mengirim gambar geometrik sederhana ke
CRT. Namun, untuk merekam gambar bergerak masih tidak dapat dilakukan,
karena kepekaan detektor selenium yang
rendah.
1920-an: Penemuan John Logie Baird
Penemu asal Skotlandia, John Logie Baird berhasil
menunjukan cara pemancaran gambar-bayangan bergerak di London pada tahun 1925, diikuti
gambar bergerakmonokrom pada
tahun 1926. Cakram pemindai Baird dapat menghasilkan gambar beresolusi 30 baris
(cukup untuk memperlihatkan wajah manusia) dari lensa dengan
spiral ganda. Demonstrasi oleh Baird ini telah disetujui secara umum oleh
dunia sebagai demonstrasi televisi pertama, sekalipun televisi mekanik tidak
lagi digunakan. Pada tahun 1927, Baird juga menemukan sistem rekaman video pertama
di dunia, yaitu "Phonovision", yaitu dengan memodulasi sinyal output
kamera TV-nya ke dalam kisaran jangkauan audio, dia dapat merekam sinyal
tersebut pada cakram audio 10 inci (25 cm) dengan menggunakan
teknologi rekaman audio biasa. Hanya sedikit rekaman "Phonovision"
Baird yang masih ada dan rekaman-rekaman yang masih bertahan tersebut kemudian
diterjemahkan dan diproses menjadi gambar yang dapat dilihat pada 1990-an
menggunakan teknologi pemrosesan-sinyal digital.
Pada 1926, seorang
insinyur Hungaria, Kálmán
Tihanyi, merancang sistem televisi dengan perangkat pemindaian dan tampilan
yang sepenuhnya elektronik, dan menggunakan prinsip "penyimpanan isi"
di dalam tabung pemindai (atau "kamera").
Pada 1927, seorang
penemu Rusia, Léon
Theremin, mengembangkan sistem televisi dengan mirror-drum yang
menggunakan sistem "video terjalin" untuk menghasilkan resolusi gambar 100
baris.
Pada tahun yang
sama, Herbert
E. Ives dari Bell Labs berhasil
mengirimkan gambar bergerak dari sebuah cakram 50-tingkap yang
menghasilkan 16 gambar per menit melalui medium kabel dari Washington, D.C. ke New York City, dan
juga melalui gelombang radio dari Whippany,
New Jersey.[12] Ives
menggunakan layar penayang sebesar 24 x 30 inci (60 x 75 cm). Subjek
rekamannya termasuk salah satunya Sekretaris Perdagangan Amerika saat
itu, Herbert
Hoover.
Pada tahun yang sama
pula, Philo
Farnsworth berhasil membuat sistem televisi pertama di dunia
dengan pemindai elektronik pada kedua perangkat tampilan dan pickup, dimana
temuannya ini pertama kali ia demonstrasikan di depan media pers pada 1 September 1928.
1930-an: Penyebaran dan penerimaan masyarakat
Pada tahun 1936, untuk
pertama kalinya olimpiade Berlin disiarkan ke stasiun televisi
di Berlin dan Leipzig di mana masyarakat umum dapat menyaksikan setiap
perlombaan langsung.
Pada masa awal televisi,
kotak televisi elektromekanik mulai secara komersial dijual dari tahun 1928
hingga 1934 di Inggris, Amerika Serikat, dan Rusia. Televisi
komersial pertama dijual oleh Baird di Britania Raya pada tahun 1928 dalam
bentuk penerima radio ditambah dengan komponen-komponen seperti tabung neon di belakang cakram Nipkow yang
menghasilkan gambar kemerahan berukuran sebesar perangko pos yang dapat
diperbesarkan lagi menggunakan lensa pembesar. "Televisor" ciptaan
Baird ini juga dapat digunakan tanpa radio. Televisor yang dijual pada tahun 1930–1933
merupakan pemasaran televisi masal yang pertama. Kira-kira 1.000 unit Televisor
berhasil dijual.
Kotak televisi
elektronik komersial pertama dengan tabung
sinar katode diproduksi oleh Telefunken di Jerman pada 1934, diikuti oleh
produsen elektronik yang lain di Perancis (1936), Britania Raya (1936), dan Amerika Serikat (1938).
Pada tahun 1936, Kálmán
Tihanyi menerangkan prinsip televisi plasma,
yaitu sistem panel datar yang pertama.
Komponen kotak televisi
Secara umum cara kerja
kotak TV berawal dari antena yang
menerima input frekuensi radio (RF) berupa frekuensi VHF dan UHF yang kerjanya
diatur olehtuner dan pencari gelombang, selanjutnya sinyal diolah
dan dipisahkan antara gambar dan suara, sementara gambar diolah oleh tabung
katode dan diteruskan ke layar, sinyal suara diproses untuk dipecah menjadi
stereo, untuk kemudian diumpan ke penguat akhir dan speaker.
Perangkat output gambar
televisi saat ini menggunakan berbagai teknologi penampil seperti CRT, LCD, Plasma, DLP, maupun OLED. Sedangkan untuk terminal input tambahan
bagi piranti keras lain, unit televisi juga dilengkapi dangan terminal input
untuk DVD player, konsol permainan video dan alat pendengar
personal. Terminal input lain yang juga kerap dijumpai termasuk RCA, mini-DIN, HDMI, SCART, dan D-terminal. Ada juga
yang dilengkapi input untuk perekaman suara dan gambar dari acara TV. Sebagian
unit TV mewah dilengkapi dengan port Ethernet untuk
menerima data dari Internet, seperti nilai saham, cuaca, ataupun berita.
Seluruh unit TV yang diproduksi sejak awal 1980-an juga dilengkapi dengan remote
control inframerah untuk mengontrol saluran siaran, suara, kecerahan,
kontras, warna, dll.
Penyiaran dan konten pada televisi
Acara
Terdapat berbagai cara
untuk menyiarkan konten TV yang dapat disiarkan untuk umum. Setelah diproduksi,
langkah selanjutnya adalah memasarkan dan menjualnya kepada pasar manapun yang
ingin membelinya. Hal ini secara tipikal terbagi dalam dua tingkatan:
1.
Tayangan
Pertama atau Tayangan
Perdana — sebuah badan produksi menghasilkan acara yang terdiri dari
satu atau beberapa episode yang kemudian ditayangkan dalam sebuah stasiun
atau jaringan televisi yang telah membayar
untuk produksi itu sendiri ataupun telah menerima lisensi acara tersebut dari
produser aslinya.
2.
Sindikasi penyiaran — istilah umum yang digunakan untuk
menggambarkan penggunaan acara selanjutnya (setelah tayangan pertama). Hal ini
tidak saja mengatur tayangan lanjutan di negara yang sama (dengan tayang
perdananya), tetapi juga penggunaan internasional yang mungkin sudah tidak lagi
diurus dan berhubungan oleh produser aslinya. Pada umumnya, organisasi lain (stasiun televisi ataupun
individu) akan terikat dalam melakukan sindikasi, dalam kata lain, mereka hanya
dapat menjual suatu acara ke suatu pasar secara legal dengan adanya kontrak
dengan pemegang hak cipta, pada umumnya adalah produser.
Pengiklanan
Penyiaran yang luas
membuat televisi menjadi media yang amat menarik bagi para pengiklan. Kebanyakan jaringan dan stasiun
televisi menjual beberapa bagian waktu penyiaran kepada pengiklan atau sponsor
untuk membiayai jaringan siaran mereka. Harga pengiklanan setiap jaringan berbeda-beda
untuk setiap blok waktunya, tergantung dari rating (larisnya
acara) yang dimiliki oleh suatu acara yang dihitung melalui survei setiap hari.
Cukai dan lisensi
Di beberapa negara,
layanan televisi dibiayai dengan menggunakan sebuah lisensi televisi atau
sejenis cukai yang membuat peran iklan dalam pembiayaan menjadi kecil atau
bahkan tidak ada. Sebagai contoh, beberapa saluran TV yang sedikit menggunakan
iklan atau bahkan tidak sama sekali adalah ABC(Australia), NHK (Jepang), BBC (Inggris), dsb.
BBC Inggris tidak menyiarkan iklan pada
salurannya di Britania Raya, namun mereka dibiayai dari lisensi tahunan yang
dibayar oleh semua pemirsa. Iuran lisensi ini ditetapkan oleh pemerintah,
tetapi BBC tidak bertanggungjawab kepada pemerintah atau dikontrol oleh
pemerintah.
Dua saluran utama
jaringan BBC ditonton oleh lebih kurang 90% warga Inggris setiap minggu dan
menguasai 27% jumlah tontonan keseluruhan, meskipun 85% rumah tangga menerima
berbagai saluran, dengan 42% di antaranya menerima sekitar 200 saluran gratis
via satelit dan 43% lagi menerima lebih dari 30 saluran melalui layanan Freeview. Lisensi yang membiayai tujuh saluran
TV BBC yang bebas iklan kini seharga £139.50 per tahun (setara USD 215). Ketika suatu acara olahraga
yang sama disiarkan di BBC dan saluran swasta, BBC selalu berhasil mencatat
jumlah penonton terbanyak, menandakan bahwa para penonton lebih suka menonton
TV tanpa gangguan dari iklan.
ABC Australia tidak menyiarkan iklan sama
sekali (kecuali sebagai materi promo internal) karena telah dilarang
dalam Akta ABC 1983. ABC menerima dana pembiayaan dari Pemerintah
Australia setiap tiga tahun sekali. Pada Anggaran Belanja Australia 2008/09,
ABC menerima $ 822,67 juta. Dana tersebut
digunakan untuk seluruh operasional Jaringan Televisi ABC, termasuk
radio, online, dan Produksi Internasional. Jaringan ABC juga
memperoleh keuntungan dari toko-toko ABC Shop di seluruh negara Australia.
Meski dibiayai oleh Pemerintah Australia, kemerdekaan editorial ABC dijamin di
bawah hukum.
Di Perancis dan Irlandia,
saluran-saluran yang dibiayai pemerintah tetap dapat menyiarkan iklan, namun
semua yang memiliki TV harus membayar pajak cukai tahunan (la redevance
audiovisuelle).
Di Jepang,
Jaringan NHK dibiayai
oleh cukai lisensi (dikenal di Jepang sebagai pajak resepsi (受信料 Jushinryō?)). Terdapat undan-undang yang
menetapkan bahwa setiap televisi yang menerima siaran NHK diharuskan membayar
pajak. Besarnya pajak telah ditetapkan, dengan diskon untuk pekerja kantor dan
siswa sekolah, termasuk diskon umum untuk penduduk di Daerah Administrasi
Okinawa.
TV berlangganan
Sebagian saluran TV
dibiayai oleh pelanggan, oleh karena itu sinyal siaran akan dipancarkan dengan
enkripsi untuk memastikan bahwa hanya pelanggan yang membayar yang dapat
menikmati siaran Stasiun TV tersebut. Namun, kebanyakan layanan TV berlangganan
juga didanai oleh iklan.
Genre
Genre televisi mencangkup bermacam jenis
acara yang bertujuan untuk menghibur, memberi pengetahuan, serta mendidik para
penonton. Genre hiburan dengan biaya produksi paling mahal biasanya adalahdrama dan mini seri.
Diantara genre-genre
hiburan yang paling diminati adalah acara denan genre action seperti
yang melibatkan polisi, kriminal, detektif, horor, maupun thriller.
Terdapat pula ragam genre drama non-aksi sepertiopera sabun.
Tontonan fiksi ilmiah dapat tergolong dalam kategori aksi maupun drama,
tergantung apakan lebih menonjolkan sisi filosofikal atau sisi petualangan.
Komedi juga merupakan jenis tontonan populer, termasuk Sitkom (sitkom) dan animasi acara dewasa
seperti Family
Guy.
Acara hiburan yang lebih
murah antara lain termasuk acara kuis, wawancara, atraksi, dan realitas. Acara
kuis menampilkan para peserta memperebutkan hadiah dengan menjawab beberapa
soal maupun menyelesaikan teka-teki. Acara wawancara menampilkan wawancara
maupun bincang-bincang bersama tokoh-tokoh terkenal seperti artis hiburan,
politikus, pengusaha, dll. Acara atraksi menampilkan berbagai hiburan seperti
pemain musik, pelawak, tukang sulap, dll. Ada juga acara campuran genre
wawancara dan atraksi, terutama acara wawancara tersohor dimana adanya tambahan
hiburan di antara segmen-segmen wawancara. Acara realitas memperlihatkan
orang-orang biasa (bukan aktor)
yang menghadapi tantangan atau pengalaman yang luar biasa, bersaing mendapatkan
gelar juara (Akademi
Fantasia), dikerjain (Just
For Laughs Gags), atau merasakan kehidupan orang-orang yang
hidup di bawah garis kemiskinan (Jika
Aku Menjadi...). Ada juga jenis acara realitas yang mempertontonkan
kehidupan sehari-hari seorang artis (Gugu Gaga Erra)
atau artis yang melakukan pekerjaan seperti pada umumnya orang biasa (The Simple Life).
Dampak sosial
Dampak bagi anak-anak
Sejak akhir 1990-an,
semakin banyak orang tua yang mengizinkan bayinya menonton televisi seiring dengan semakin
banyaknya produk DVD yang
diiklankan dapat membantu perkembangan bahasa dan kognitif bayi. Namun
demikian, tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa menonton televisi sejak
usia dini dapat meningkatkan perkembangan berbahasa anak. Sebaliknya, bukti ilmiah menunjukkan
bahwa bayi yang menonton DVD semacam itu memiliki kemampuan berbahasa yang
lebih rendah. Selain itu, bila kemampuan anak mengenal huruf dan angka diukur
pada usia sekolah, anak yang menonton televisi sebelum berusia 3 tahun memiliki
skor yang lebih rendah daripada anak yang tidak menonton televisi sebelum
berusia 3 tahun. Demikian pula, semakin banyak anak menonton televisi sebelum
usia 3 tahun, semakin tinggi kemungkinannya mengalami masalah perhatian pada
usia 7 tahun.
Sebaliknya, menonton
acara televisi yang berkualitas dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak usia
prasekolah. Acara televisi yang paling banyak diteliti ialah Sesame Street yang
menunjukkan efek positif untuk pembelajaran bahasa bila ditonton anak usia 3–5
tahun. Sebagai perbandingan, penelitian menunjukkan bahwa acara televisi tanpa
maksud pendidikan—seperti film kartun pada
umumnya—tidaklah berhubungan dengan peningkatan kemampuan berbahasa. Setelah
remaja, anak-anak yang pada usia prasekolah biasa menonton Sesame
Street ternyata meraih nilai pelajaran yang lebih tinggi, lebih banyak
membaca buku, dan lebih bermotivasi untuk meraih prestasi dibandingkan dengan
remaja yang pada saat berusia prasekolah tidak menonton acara tersebut.
Melalui televisi,
anak-anak dan remaja juga
dapat belajar mengenai perilaku antikekerasan, empati, toleransi kepada orang
dari ras atau etnis lain, dan rasa hormat kepada orang yang lebih tua. Informasi
mendidik juga dapat diselipkan dalam program yang populer bagi remaja, misalnya
pendidikan mengenai kontrasepsi yang
berhasil dilakukan melalui salah satu episode serial televisi Amerika Serikat,Friends.
Namun demikian, menonton
televisi juga berpotensi memberikan dampak negatif bagi anak-anak dan remaja,
seperti perilaku agresif, penyalahgunaan zat, aktivitas seksual yang
berisiko, obesitas, gangguan
pola makan, dan menurunnya prestasi di sekolah. Bila di dalam kamar anak
terdapat televisi, risiko anak mengalami kelebihan berat badan dan kemungkinan
anak merokok meningkat,
anak menjadi kurang membaca dan melakukan hobi lainnya, serta waktu tidur anak
berkurang.
Pada tahun 2001, Akademi
Dokter Anak Amerika merekomendasikan sejumlah hal untuk mengatasi potensi
dampak negatif televisi bagi anak-anak dan remaja, termasuk mengeluarkan
televisi dari kamar anak, menghindarkan tontonan televisi dari anak berusia di
bawah 2 tahun, serta mendorong orang tua untuk menemani anak menonton televisi
dan memantau program televisi yang ditonton anak-anak agar informatif,
mendidik, dan tidak berisi kekerasan.
Dampak kesehatan
Karena berkaitan dengan perilaku
menetap (sedentary behavior) seperti duduk dan berbaring dalam waktu
lama tanpa mengeluarkan energi, terlalu banyak menonton televisi ditengarai
berdampak negatif bagi kesehatan. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa
menonton televisi dalam waktu lama berasosiasi dengan indeks masa tubuh yang
lebih tinggi, tingkat kebugaran yang lebih rendah, dan tingkat kolesterol darah
yang lebih tinggi. Semakin banyak seseorang menonton televisi pada saat
masih anak-anak, semakin tinggi kemungkinannya untuk mengalami obesitas pada
saat dewasa. Menonton televisi dan perilaku menetap lainnya juga
berasosiasi dengan semakin tingginya risiko kanker kolorektal, endrometrial, ovarium,
dan prostat serta risiko penyakit kardiovaskular.
Perkenalan
ke Smart TV
Smart TV adalah langkah logis berikutnya dalam teknologi
televisi, karena menggabungkan komputer dan akses Internet dengan layar
kualitas tinggi. Smart TV memungkinkan pemirsa mengecek YouTube*, Facebook*,
dan site populer lainnya sambil menonton TV.
Pada intinya, smart TV membawa Internet masuk ke ruang
duduk. Saat teknologi meningkat, banyak perangkat ini menjadi mampu berlaku
sebagai komputer standar saat web browsing dan bahkan video internet.
Kualitas Video. Perlu dicatat bahwa istilah
"smart TV" tidak berkenaan dengan kualitas gambar televisi yang
sebenarnya. Ada HDTV dan 3D TV yang dapat disebut smart TV karena perangkat
tersebut pintar dan hanya perlu konektivitas internet, selain secara ideal, CPU
yang baik serta mampu menjalankan browser dengan fitur lengkap dan banyak
aplikasi yang tersedia di sistem smart TV modern. Smart TV terhubung ke
Internet rumah via WiFi, biasanya memungkinkan browsing sangat cepat dan bahkan
menonton video.
Karena prosesor menjadi semakin kecil dan lebih kuat,
smart TV telah mendapatkan puluhan fitur dan secara bertahap telah menjadi
lebih terjangkau.
App dan Browser. Smart TV modern dari perusahaan
seperti Panasonic* dan Sony* memiliki dua kelebihan utama dibandingkan DVR dan
set-top box. Banyak set baru benar-benar memiliki browser lengkap, yang berarti
konten yang tidak terbatas.
Karena website video streaming seperti Netflix* dan Hulu*
menjadi semakin populer, kemampuan Internet penuh pada televisi dapat lebih
berharga daripada kabel atau parabola. Ada begitu banyak konten video yang
tersedia online dan smart TV dengan cepat menjadi cara yang bagus untuk
mengakses konten semacam itu.
Sebagian besar smart TV juga datang dengan toko app,
serupa dalam desain dengan toko app yang Apple* perkenalkan untuk iPhone*.
Applikasi menambah fungsionalitas ke smart TV dengan video game, update
olahraga, saluran khusus dan masih banyak lagi. Aplikasi ini murah atau gratis
dan telah digunakan dalam berbagai cara yang menarik untuk membuat tampilan TV
menjadi lebih interaktif.
Kendali yang Tepat. Ketika smart TV pertama kali
keluar, kendalinya sangat kurang dari yang diharapkan. Bagaimanapun juga, sulit
untuk mengetik alamat web pada remote control standar.
Smart TV terbaik yang baru memiliki remote yang didesain
untuk pengguna komputer modern. Beberapa malah memiliki layar sentuh yang
membuat mengetik menjadi lebih mudah dan juga memungkinkan untuk gaming yang
lebih baik serta browsing. Lainnya memiliki keyboard standar, yang masih lebih
baik dari remote numerik. Saat smart TV baru diperkenalkan melalui beberapa
tahun mendatang, fitur browsing internet akan menjadi lebih kuat. Harga juga
turun cukup jauh dan akan terus menurun saat teknologi menjadi lebih umum.
Mengingat jumlah besar konten baru yang tersedia pada smart TV, perangkat ini
menguntungkan untuk dibeli dan merupakan tambahan yang bagus untuk ruang duduk
setiap rumah.
Tidak ada komentar: